Minggu, 30 Oktober 2011

Atut siap hadapi gugatan di MK

Calon Gubernur Provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah, ketika hendak menyoblos di TPS V Lingkungan Kubil, Kelurahan Cipocok Jaya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang pada hari Sabtu (22/10/2011)

TERKAIT:

Atut-Rano Menangi Pilkada Banten
KPU: Atut Masih Unggul
Atut-Rano Sementara Pimpin Perolehan Suara
Pasangan Atut-Rano Siap Hadapi Gugatan di MK

SERANG, KOMPAS.com — Gubernur terpilih Provinsi Banten, Ratu Atut Chosiyah, siap menghadapi kemungkinan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) dari pasangan calon lain yang tidak menerima atas hasil Pilgub Banten 2011.

"Kami tentunya akan menghormati proses hukum atau kemungkinan gugatan yang akan disampaikan pasangan calon lain yang tidak merasa puas atas hasil pilgub ini," kata Atut seusai menghadiri rapat pleno terbuka Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten di kantor Balai Besar Latihan Kerja Industri (BBLKI) Kota Serang, Minggu (30/10/2011).

Dalam rapat pleno itu, KPU Banten menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten yang memenangkan pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno. Hasil itu tidak ditandatangani oleh saksi dari pasangan pesaing Atut-Rano, yakni Wahidin Halim-Irna Narulita dan Jazuli Juwaini-Makmun Muzakkim.

Atut berharap semua pihak dapat menerima keputusan KPU itu. Ia juga menginginkan agar tidak ada proses pemungutan suara ulang (PSU) dalam Pilgub Banten tersebut. Pada kesempatan itu, Atut yang kini masih menjabat Gubernur Banten menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Banten yang telah melaksanakan pemilihan kepala daerah secara aman dan tertib.

Sementara itu, Indra Abidin selaku saksi dari pasangan Wahidin-Irna menegaskan, timnya akan segera mengambil keputusan untuk mempertimbangkan pengajuan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Indra

Selasa, 18 Oktober 2011

kenapa rasanya kita sulit untuk berbicara didepan orang yang kita sukai?

Saat kita berhadapan dengan orang yang kita sukai, biasanya wajah kita akan memerah, keringat bercucuran, apa yang ingin kita katakan juga tidak bisa keluar, semuanya jadi tidak karuan.

Penyebabnya karena kita ingin terlihat baik di depan orang yang kita sukai, jadi kita merasa tidak nyaman dan sangat gugup.

Ilmu kedokteran mengatakan, saat kita berhadapan dengan lawan jenis yang kita sukai, hormon dalam tubuh kita bekerja sangat aktif.

Hormon ini merangsang otak dan membuat jantung berdetak kencang, tekanan darah juga ikut meningkat sehingga tenggorokan tercekat. Karena itulah wajah kita pun jadi merah dan bicara kita menjadi gugup dan berantakan.

lima wajah baru masuk kabinet

Lima Wajah Baru Masuk Kabinet
Selasa, 18 Oktober 2011 | 10:06 WIB
0 Komentar
E-mail Cetak PDF
JAKARTA - Teki-teki bagaimana hasil reshuffle Ka­binet Indonesia Bersatu (KIB) jilid dua mulai ter­­jawab. Sejumlah nama baru hampir dipastikan me­nghiasi wajah kabinet untuk sisa tiga tahun pe­­merintahan SBY - Boediono.
Kemarin (17/1), enam orang pro­yeksi menteri dan anggota kabinet me­menuhi panggilan Presiden SBY di kantor presiden. Mereka adalah Ke­pala Ba­dan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) Gita Wirjawan yang diberi tugas baru sebagai Me­nteri Per­dagangan, Dirut PLN Dahlan Is­kan se­bagai Menteri BUMN, dan Amir Syamsuddin yang di­proyeksi se­bagai Menteri Hukum dan HAM. Ke­­mudian Azwar Abubakar ditunjuk se­bagai Men­teri Pem­berdayaan Apa­ratur Negara dan Re­formasi Bi­­rokrasi, Djan Faridz sebagai Menteri Pe­­rumahan Rak­yat, dan Letjen Mar­ciano Norman di­percaya men­jabat Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).
Jumlah wajah baru di kabinet atau menteri yang digeser dipastikan masih akan bertambah. Sore ini, seusai meng­hadiri pernikahan putri Sul­tan Hameng­kubuwono X di Jogjakarta, SBY kem­bali me­manggil mereka yang akan menjadi pem­­bantunya di kabinet.
“Besok (Selasa, 18/10) pemanggilan calon menteri berlanjut,” kata juru bicara ke­presidenan Julian Aldrin Pasha. Malam ini, rencananya SBY akan mengumumkan hasil kocok ulang kabinetnya itu.
Jika menilik pada calon menteri yang sudah dipanggil, masih ada beberapa pos yang masih lowong. Antara lain pos Ke­menterian ESDM dan Kementerian Per­hubungan yang saat ini dipegang Dar­win Zahedy Saleh dan Freddy Num­beri. Dua kader Partai Demokrat itu san­ter bakal didepak, apalagi setelah tidak ikut dipanggil SBY ke kediaman pri­badinya, Puri Cikeas, Bogor.
Pos ESDM dikabarkan akan diisi sesama ka­der Demokrat, yakni Syarif Hasan yang saat ini menjabat Menkop dan UKM. Syarif memang dikenal punya pengalaman di bidang pertambangan. Kader Demokrat lain, Men PAN dan RB EE Mangindaan juga akan mengalami per­geseran posisi.
Pemanggilan calon menteri juga ber­kaitan dengan komposisi jatah dua par­pol mitra koalisi, yakni Partai Golkar dan PKS. Golkar yang saat ini men­da­patkan jatah tiga kursi, sudah mengajukan Sharif Cicip Sutardjo untuk masuk ka­binet. Sementara informasi yang di­peroleh, Menteri Riset dan Teknologi Su­harna Surapranata yang kader PKS di­kabarkan kena reshuffle. Jika benar, jatah PKS yang empat kursi akan ber­kurang satu. Selain itu, menteri re­p­re­sen­tasi dari Indonesia Timur (Papua) juga belum terisi kalau Freddy benar ke­luar dari kabinet.
Sementara itu, hari ini, lima calon men­teri plus satu kepala BIN yang sudah dipanggil SBY akan menjalani tes ke­se­hatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Tes itulah yang membuat beberapa calon belum be­rani sesumbar hingga melewati tes dan dilantik sebagai anggota kabinet.
“Sebetulnya masih ada satu tahapan lagi sebelum kami secara resmi (dilantik). Jadi belum bisa saya optimistis memas­ti­kan bahwa saya akan berlanjut,” kata Amir Syamsuddin yang diproyeksi sebagai Men­kum HAM di kantor presiden.
Hal senada juga dikatakan Dahlan Is­kan yang akan menjabat sebagai menteri BUMN. Dia bahkan menuturkan me­nangis jika harus meninggalkan PLN saat ini. “Karena sekarang ini teman-te­man PLN di seluruh Indonesia lagi se­mangat-semangatnya untuk bekerja me­ngubah PLN,” katanya.
Dahlan tampak sesenggukan saat ber­bicara. “Presiden menugaskan saya se­bagai Menteri BUMN, kalau lulus tes ke­sehatan. Karena seperti saudara tahu, saya orang sakit, belum tentu lulus tes kesehatan,” tuturnya.
Sementara empat calon lainnya, yakni Gita Wirjawan, Azwar Abubakar, Djan Faridz, dan Marciano Norman, tidak me­nyinggung soal tes kesehatan itu dan mengaku siap menerima dan men­jalankan tugas yang diberikan presiden.
Penunjukan Amir Syamsuddin sebagai Men­kum HAM otomatis menggusur po­sisi Patrialis Akbar. Mengetahui hal itu, kemarin, politisi PAN ini langsung me­ngumpulkan seluruh pejabat eselon I di kantornya. Dia berpesan agar semua pe­gawai Kemenkum HAM tetap bekerja se­perti biasa dan memberikan yang ter­baik untuk pelayanan masyarakat. Patria­lis juga menyinggung pos Wakil Men­kum HAM yang dinilainya akan sa­ngat membantu.
Kepada wartawan yang menunggui sebelum dia pulang kerja, Patrialis tidak bisa menyembunyikan kesedihannya meski awalnya tampak cengar-cengir. Matanya berkaca-kaca. Dia menceritakan, Minggu pukul 23.30 WIB, dirinya men­dapat telepon dari Sudi. “Pak Sudi bilang ke saya dengan berat hati bahwa saya menteri yang selesai melaksanakan tu­gas,” katanya.
Patrialis kaget. Dia langsung menanya­kan apakah dirinya memiliki kesalahan se­lama menjalankan tugas sebagai men­teri. Sudi cepat-cepat menjawab bah­wa dirinya sama sekali tidak mela­kukan kesalahan. Mendapat jawaban itu, Patrialis merasa lega. “Awalnya pem­bicaraan kami kaku, tapi karena saya la­pang dada dan menerima semuanya, sua­sana mencair,” imbuh pria asal Padang itu.
Dia lalu mengucapkan terima kasih se­banyak-banyaknya kepada presiden. Di mata Patrialis, Presiden SBY adalah sosok presiden yang terbaik lantaran tiada henti terus memberikan pengarahan kepada para menteri untuk bekerja de­ngan baik. Patrialis pun menilai bahwa pe­nggantinya, Amir Syamsudin adalah orang yang berkompeten dan layak men­jadi Menkum HAM. “Dia senior dan sahabat saya,” kata dia.
Sementara itu, Partai Demokrat me­nyam­but baik terpilihnya Amir sebagai salah satu menteri pilihan Presiden. Wa­sekjen DPP Partai Demokrat Saan Mus­topa menyatakan, terpilihnya Amir tidak akan memengaruhi proses saat rapat kerja di DPR. Apalagi, Amir sebagai Men­kum HAM akan berhubungan de­ngan Komisi III DPR, tempat dia bertugas. “Kami tentu tidak masalah, tugas sebagai menteri dan Sekretaris Dewan Kehor­ma­tan tentu berbeda,” kata Saan di ge­dung parlemen, kemarin.
Meski berasal dari Demokrat, Saan yakin bahwa Amir akan bekerja secara pro­fesional. Pengalamnnya sebagai pe­ngacara senior membuktikan dedikasinya untuk profesi tetap berjalan, meski sebagai politisi. “Saya pikir tidak ada per­soalan, selama ini beliau profesional,” lanjutnya.
Terpilihnya Amir, ujar Saan sudah me­lalui mekanisme di majelis tinggi. Saat ini, dikabarkan sejumlah pos menteri dari Demokrat seperti Kementrian ESDM dan Ke­mentrian Perhubungan berpotensi diganti. Saan mengaku tidak tahu siapa calon menteri yang masuk di dua pos ter­sebut. “Itu yang tahu majelis tinggi,” ujar­nya.

Rabu, 12 Oktober 2011

eropa cup

Champions League - Group A September 27

FT Bayern Munich 2 - 0 Manchester C.
FT Napoli 2 - 0 Villarreal

Champions League - Group B September 27

FT CSKA Moscow 2 - 3 Inter Milan
FT Trabzonspor 1 - 1 Lille

Champions League - Group C September 27

FT Manchester U. 3 - 3 Basel
FT Otelul Galati 0 - 1 Benfica

Champions League - Group D September 27

FT Lyon 2 - 0 Dinamo Zagreb
FT Real Madrid 3 - 0 Ajax Amsterdam

Champions League - Group E September 28

FT Bayer Leverkusen 2 - 0 Racing Genk
FT Valencia 1 - 1 Chelsea

Champions League - Group F September 28

FT Arsenal 2 - 1 Olympiakos Piraeus
FT Marseille 3 - 0 Borussia Dortmund

Champions League - Group G September 28

FT Zenit St. Petersburg 3 - 1 FC Porto
FT Shakhtar Donetsk 1 - 1 APOEL Nicosia

Champions League - Group H September 28

FT AC Milan 2 - 0 Viktoria Plzen
FT BATE Borisov 0 - 5 Barcelona

Europa League - Group A September 29

FT Rubin Kazan 2 - 2 PAOK Saloniki
FT Tottenham H. 3 - 1 Shamrock Rovers

Europa League - Group B September 29

FT Standard Liege 3 - 0 FC Copenhagen
FT Vorskla Poltava 1 - 2 Hannover

Europa League - Group C September 29

FT Legia Warsaw 3 - 2 Hapoel Tel Aviv
FT Rapid Bucuresti 1 - 3 PSV Eindhoven

Europa League - Group D September 29

FT FC Vaslui 2 - 2 Zurich
FT Sporting Lisbon 2 - 1 Lazio

Europa League - Group E September 29

FT Maccabi Tel Aviv 1 - 1 Dynamo Kyiv
FT Stoke C. 2 - 1 Besiktas

Europa League - Group F September 29

FT Athletic Bilbao 2 - 0 Paris S.G.
FT RB Salzburg 3 - 0 Slovan Bratislava

Europa League - Group G September 29

FT Malmo FF 1 - 2 Austria Vienna
FT Metalist Kharkiv 1 - 1 AZ Alkmaar

Europa League - Group H September 29

FT Braga 1 - 2 Club Brugge
FT NK Maribor 1 - 2 Birmingham C.

Europa League - Group I September 29

FT Celtic 1 - 1 Udinese
FT Rennes 1 - 1 Atletico Madrid

Europa League - Group J September 29

FT AEK Larnaca 1 - 1 Steaua Bucuresti
FT Schalke 3 - 1 Maccabi Haifa

Europa League - Group K September 29

FT FC Twente Enschede 4 - 1 Wisla Krakow
FT OB Odense 0 - 2 Fulham

Europa League - Group L September 29

FT Lokomotiv Moscow 0 - 2 Anderlecht
FT AEK Athens 1 - 2 Sturm Graz

European Cups - Super Cup August 26

FT Barcelona 2 - 0 FC Porto